Banjir Terjang Samarinda, Jalan Utama Macet Total

Investigasi

Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan utama. Genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter melumpuhkan arus lalu lintas, terutama di kawasan Sungai Kunjang, Jalan Basuki Rahmat, dan sekitar Simpang Tiga Sempaja. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak kesulitan melintas, bahkan beberapa pengendara motor terpaksa mendorong motornya akibat mesin mogok terendam air.

Banjir yang terjadi pada Senin (2/2/2026) pagi ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendidikan. Sejumlah toko memilih menutup sementara operasionalnya, sementara orang tua enggan mengizinkan anak-anak berangkat ke sekolah demi alasan keamanan. Pihak Dinas PUPR Kota Samarinda mengaku telah mengerahkan petugas untuk membersihkan saluran drainase dan pompa air guna mempercepat surutnya genangan.

Warga setempat mengeluhkan minimnya antisipasi dari pemerintah daerah, padahal musim hujan sudah diprediksi sejak awal tahun. “Setiap hujan lebat pasti banjir. Drainase tak mampu menampung debit air,” ujar Rudi, warga Sungai Kunjang. Sementara itu, BMKG memperingatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2026.

Di tengah ketidakpastian cuaca seperti ini, banyak warga mencari hiburan ringan untuk melepas penat—salah satunya melalui platform digital seperti Joker11. Meski demikian, pemerintah kota didesak segera memperbaiki infrastruktur drainase agar banjir tak lagi menjadi langganan tahunan di ibu kota Kalimantan Timur ini.